Sabtu, 29 Januari 2011

ANTARA PELANGI DAN MEGA (part4)

Other POV

            Mama, Papa, Pelangi, dan Rain sudah berkumpul di kamar Mega. Menunggu Mega terbangun setelah tadi ia mengigau menangis dan berteriak. Mereka khawatir dan terus berusaha membangunkan Mega.
            Akhirnya setelah beberapa saat, Mega terbangun dari tidurnya. Pelangi langsung memeluk erat tubuh kakaknya sambil menangis. Kemudian Papa pun memeluk Mega dengan erat.
“Maafin Papa, Mega. Papa salah. Papa tidak mengerti perasaanmu. Pelangi sudah menceritakan semuanya dan Papa sudah membaca diari mu. Maafin Papa,” kata Papa sambil terisak.
Ternyata pertemuannya dengan nenek itu hanyalah mimpi. Pelangi ternyata juga mengalami mimpi yang sama sehingga ia memberanikan diri untuk masuk ke kamar Mega dan membaca isi diarinya.
Mega hanya tersenyum dan memeluk erat Papanya. Disertai Mamanya, Pelangi, dan juga Rain.
*****

Mega dan Rain menjadi juara pertama Lomba Festival Foto di Kota Lama dan diangkat menjadi Duta Lingkungan kota Semarang karena hasil pengambilan gambar mereka dengan tema “lingkungan kumuh di balik bukit yang asri”.
Papa dan Mama Mega sangat bangga terhadap Mega karena keberhasilannya dibidang fotografi. Ternyata selama ini Papanya salah. Oleh karena itu Mega dizinkan untuk mendalami bidang ini dan bahkan ia akan disekolahkan di sekolah fotografi.
Mega dan Pelangi tetap sama walau berkuatat di bidang yang berbeda. Karena mereka satu hati, satu raga. Mega dan Pelangi memang kembar, namun tidak sama. Mereka mempunyai keahlian dalam bidangnya masing-masing.
~ J J ~

Semarang, 23 Mei 2010
Mega dan Rain kembali ke Semarang setelah menyelesaikan tugas pekerjaan di Surabaya. Mega dan Rain ingin mengajak anak mereka untuk mengunjungi bukit tempat mereka memulai kesuksesan. Mega berkeliling di perkampungan yang kini menjadi asri. Mega ingin mengunjungi nenek yang dahulu ditemuinya dalam mimpi. Ia mencari-cari nenek itu namun ia tak menemuinya. Padahal gubuk nenek itu masih ada karena Mega menginginkannya untuk tetap ada di perkampungan ini. Dan akhirnya Mega melihat nenek itu di atas bukit. Nenek itu tersenyum dari atas bukit yang paling tinggi dan kemudian menyatu dengan matahari. Mega membalas senyuman itu bersama anak dan suaminya.
#####

Tidak ada komentar:

Posting Komentar